Minggu, 12 Mei 2013

Manajemen Pemasaran – Promosi Jasa Pendidikan


Pada pertemuan ke-11, Senin 6 Mei 2013. Kelompok 9 yang beranggotakan Rahmawati Ramdiah, Ayu Wulandari, Ria Zulfiah, dan Nurma Jelita mempresentasikan materi matakuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan tentang “Promosi Jasa Pendidikan”. Pada pertemuan kali ini agak sedikit berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Karena presentasi pertemuan ke-11 ini dibentuk kelompok-kelompok kecil yang kemudian dipimpin satu orang anggota kelompok yang presentasi. Untuk kelompok 4, 7, dan 11 ditutori oleh anggota kelompok penyaji yaitu Rahmawati Ramdiah.

Sebelum membahas lebih dalam tentang materi tersebut diatas, kita harus mengetahui  dulu apa yang dimaksud dengan promosi? Promosi adalah kegiatan memasarkan sebuah produk atau jasa dengan menggunakan sarana promotion mix (iklan, promosi penjualan, publisitas, dan penjualan personal). Promotion mix tersebut dijelaskan sebagai berikut : 

Pertama, Iklan adalah bentuk komunikasi bukan pribadi yang dijalankan melalui usaha yang dibayar. Tujuan dari penggunaan iklan yaitu (1) untuk menyampaikan pesan kepada konsumen tentang suatu produk; (2) untuk memotivasi, contohnya pada iklan KB yang menyebutkan “dua anak lebih baik” bahwa satu keluarga dianjurkan mempunyai 2 orang anak. Ada 5 langkah dalam membuat iklan yaitu (1) menetapkan sasaran, yang meliputi segmen dan target pasarnya; (2) membuat keputusan anggaran, melakukan perencanaan tentang keuangan atau anggaran yang diperlukan dalam membuat iklan; (3) membuat keputusan untuk pesan iklan, melakukan pemilihan isi pesan yang ada dalam iklan yang akan kita publikasikan; (4) evaluasi konsumen, yaitu meminta respon kepada konsumen tentang iklan produk yang bersangkutan; (5) Pelaksanaan, yaitu melakukan publikasi iklan yang sudah dibuat untuk memasarkan produk. 

Kedua, Promosi Penjualan bertujuan untuk merangsang tanggapan pasar untuk lebih kuat ketertarikannya kepada produk yang kita tawarkan. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam promosi penjualan yaitu : menyusun sasaran promosi penjualan, menyeleksi alat-alat yang akan digunakan dalam promosi penjualan, mengembangkan program penjualan, melaksanakan promosi penjualan, dan melakukan evaluasi. 

Ketiga, Publisitas. Biasanya yang melakukan publisitas ini adalah bagian Humas. Langkah-langkah dalam melakukan publisitas adalah (1) menyusun sasaran; (2) memilih pesan dan media publisitas; (3) melaksanakan rencana publisitas; (4) melakukan evaluasi. 

Terakhir atau yg keempat adalah Penjualan Personal yang biasa disebut sales. Ada 6 langkah dalam melakukan penjualan personal ini yaitu menetapkan sasaran, merancang strategi, melakukan perekrutan wiraniaga, mengadakan pelatihan wiraniaga, mengawasi wiraniaga, dan melakukan evaluasi. 

Sabtu, 04 Mei 2013

Manajemen Pemasaran – Kebijakan Harga


Pada pertemuan ke-10, Senin 29 April 2013. Kelompok 8 yang beranggotakan Berta Mahariyanti, Roliyani, Ria Winda, dan Vivi Yusdikasari mempresentasikan materi matakuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan tentang Kebijakan Harga”. Pada pertemuan ini perkuliahan dilaksanakan di ruang DS 307. Perkuliahan juga dipimpin langsung oleh Bapak Dr. Amril Muhammad, S.E. M.Pd selaku dosen matakuliah Manajemen Pemasaran Jasa.  

Sebelum membahas lebih dalam tentang materi tersebut diatas, kita harus mengetahui  dulu apa yang dimaksud dengan harga? Harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk sebuah produk. Saat menentukan harga ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu (1) Harga Pokok Produksi (HPP) + Laba, (2) Value (nilai barang tersebut). 

Dalam menentukan kebijakan harga terdapat 2 faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan tujuan pemasaran, biaya, strategi bauran, pemasaran, dan organisasi tersebut. Sedangkan faktor eksternal meliputi persaingan pasar, sifat dan permintaan pasar. Faktor pesaing dalam kebijakan harga berkaitan dengan posisi dalam menempatkan produk, apakah bentuknya monopoli, bebas, dan oligopoli. Disamping itu terdapat juga sifat dalam pesaing yaitu sebagai pemimpin pasar dan sebagai followers (pengikut).  

Kebijakan harga dilakukan karena bertujuan untuk (1) mendapatkan laba maksimal, (2) dapat pengembalian investasi yang ditargetkan, (3) mencegah dan mengurangi persaingan, (4) mempertahankan atau memperbaiki market share. Kebijakan harga juga tidak hanya dilakukan oleh suatu perusahaan terhadap produknya tetapi pemerintah juga ikut melakukan penetapan harga, alasannya : (1) untuk melindungi rakyat terhadap permainan harga oleh produsen atau pedagang; (2) untuk menstabilkan tingkat harga umum; (3) mencegah penurunan harga yang lebih parah. 

Penentuan harga dalam hal perekonomian berpengaruh pada upah, sewa, laba dan sebagainya. Sedangkan harga dalam perusahaan berpengaruh pada pemasaran barang yang dilakukan perusahaan tersebut. 

Sekian report yang saya buat. Terima Kasih

Minggu, 28 April 2013

Tugas Penelitian Nama Teman Facebook


Berdasarkan data yang sudah saya amati dan saya hitung, ternyata teman di akun Facebook saya berjumlah 706 orang.  Ternyata terdapat 612 orang yang menggunakan nama aslinya dalam akun Facebook dan ada 94 orang yang tidak menggunakan nama aslinya dalam akun Facebook. Jika dipersentasikan sebagai berikut :

Yang menggunakan nama asli dalam akun Facebook, sebagai berikut :
612  x  100% = 86,69 %
706

Sedangkan yang tidak menggunakan nama aslinya dalam akun Facebook, sebagai berikut:
 94   x  100% = 13,31 %
706


Jika dianalisis, mereka yang tidak menggunakan nama asli untuk akun Facebook mereka mungkin bisa dikarenakan mereka kurang percaya diri untuk menggunakan nama asli mereka. Sehingga mereka ada yang menggunakan nama-nama orang barat (luar negeri) agar lebih keren, menambahkan julukan pada nama tengah atau diakhir nama mereka,  dan ada juga yang menggunakan istilah-istilah lainnya sesuai keinginan mereka. Tetapi kembali lagi kalau itu semua tergantung dari masing-masing individu untuk mencantumkan namanya yang asli atau tidak didalam akun Facebook mereka. Terima Kasih. :-)

Sabtu, 27 April 2013

Manajemen Pemasaran – Distribusi, Franchise, dan Multi Level Marketing (MLM)


Pada pertemuan ke-9, Senin 22 April 2013. Kelompok 7 yang beranggotakan Risky Nuria Pardede, Yola Fitriani, dan Leni Indriani mempresentasikan materi matakuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan tentang Distribusi, Franchise, dan Multi Level Marketing (MLM)”. Pada pertemuan ini perkuliahan dilaksanakan di ruang DS 307. Perkuliahan juga dipimpin langsung oleh Bapak Dr. Amril Muhammad, S.E. M.Pd selaku dosen matakuliah Manajemen Pemasaran Jasa.  

Distribusi adalah suatu kegiatan memindahkan atau penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Dalam melakukan distribusi terdapat saluran distribusi. Ada tipe-tipe saluran distribusi yaitu (1) saluran distribusi langsung; adalah pendistribusian barang dan jasa yang langsung kepada lokasi atau tempat konsumen. Contohnya sistem door to door. (2) saluran distribusi tidak langsung; adalah pendistribusian barang dan jasa dengan menggunakan perantara, bisa berupa agen, pedagang besar maupun pedagang kecil. Selain itu ada juga faktor-faktor dalam distribusi, yaitu : (1) Pasar; yaitu menyangkut menentukan segmentasi pasar untuk menyalurkan barang dan jasa. (2) Barang; berkaitan dengan kualitas dari barang yang di produksi untuk kemudian disalurkan kepada konsumen. (3) Perusahaan; bagaimana kemampuan manajemen dalam perusahaan untuk melakukan distribusi. (4) Perantara; berkaitan dengan penggunaan perantara untuk membantu distribusi barang dan jasa. (5) Saingan; adanya persaingan distribusi barang dan jasa dengan perusahaan lain yang merupakan pesaing dari perusahaan tertsebut.   

Franchise adalah suatu sistem pendistribusian barang dan jada kepada pelanggan akhir dimana pemilik merek memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, cara-cara, dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini maksudnya menjual secara keseluruhan. Karakteristik franchise antara lain : (1) Perwaralaba memiliki trade name, trade/service mark, patent, trade secret dan know-how. (2) terwaralaba diijinkan untuk menggunakan hak-hak diatas. (3) operasi usaha waralaba dibawah pengarahan waralaba. (4) terwaralaba akan membayar royalty dan fee.
Jenis-jenis waralaba; waralaba luar negeri contohnya KFC, Mc Donald dan lain-lain. Waralaba dalam negeri contohnya indomart, alfamart, dan sebagainya. Selain itu ada juga kewajiban yang harus dipenuhi dalam melakukan franchise yaitu membayar franchise fee, membayar royalty fee, dan menjaga image merek. Sebagaimana teratur dalam PP no 42 tahun 2007. 

Multi Level Marketing (MLM) adalah strategi baru dalam distribusi barang. Ciri-ciri dari MLM antara lain; (1) uang pendaftaran murah. (2) ada pelatihan yang benar. (3) perusahaannya jelas. (4) Bussiness plan. Selain ciri-ciri tersebut diatas ada juga syarat yang harus dilaksanakan oleh MLM yaitu produk yang ditawarkan khas, bersifat eksklusif, kebal terhadap fluktuasi ekonomi. Cara kerja dalam multi level marketing adalah dengan memperluas jaringan, yang mana dalam pelaksanaannya memerlukan motivasi dan menggunakan sistem bonus atau komisi dalam pencapaian distribusi barang tertentu.